Senin, 30 Agustus 2010

Pemilik Hati

Ku pernah melihat bintang
Menari indah di matamu
Ku pernah sempurnakan malam
Dan bulan tersenyum malu

Baru kusadari, kau teramat berarti, pemilik hati ini
Kasihku di sini, kan terus menanti, meski kau telah pergi

Kau pernah sentuh hatiku
Melukis wajah terindahmu
Kau pernah menghujam jantungku
Kala cinta tak jadi milikku

Baru kusadari, kau teramat berarti, pemilik hati ini
Kasihku di sini, kan terus menanti meski kau telah pergi

Baru kusadari, kau teramat berarti, pemilik hati ini
Kasihku di sini, kan terus menanti hingga kehidupan kedua nanti




28082010
My_Celahati

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Katakan

Katakan bagaimana ku bisa menyayangimu
Kau saja pergi dan tak kembali
Semua karna egomu


Katakan bagaimana ku bisa memaafkanmu
Bundaku terluka dan teramat sakit
Semua karna ulahmu


* M’reka panggil papa
   M’reka panggil ayah
   M’reka panggil amah
Namun hatiku menolaknya, tak kuasa hianati sakitku
Namun jiwaku menolaknya, tak cukup anganku tentangmu


Katakan bagaimana ku bisa melupakanmu
Hatiku menangis tiap mengingatmu
Semua karna dirimu


*


2009
My_Celahati

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Tak Percaya



Kau berkacalah dulu sebelum menjelma menjadi arjuna (2x)
Karna sebenarnya akupun muak melihatmu
Karna sesungguhnya hanya aku yang pantas dapatkan itu!





* M’reka bilang kau pakai money politic
Ku tak percaya... ku tak percaya...
M’reka bilang kau janji brikan posisi
Ku tak percaya... ku tak percaya...
M’reka bilang kau janji brikan alat band
Ku tak percaya... ku tak percaya...


Tapi ternyata semua hanya masalah waktu
Dan kini kusadari ku telah tertipu
Ku buka mata kau telah jauh melaju
Dan kau hancurkan semua mimpi
Mimpi indahku...


*
Ku tak percaya.... ku tak percaya....

Celahati, 2009

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

'Nda



Detik-detik waktu berlalu
Akhirnya semakin cepat
Mimpi buruk akan terjadi
Kau melangkah tinggalkan aku
Menanti sepi berduri
Malam kian berganti ku sendiri
Reff. Oh ‘Nda... berikan kepastian sebelum kau pergi
Bahwa sungai tetap kan mengalir meski hujan tak lagi jatuh
Oh ‘Nda... yakinkan ku kau kan datang
Hingga senja menepi dan mentari tersenyum kembali

Ku tunggu kan terus ku tunggu
Setiaku tak pudar hingga akhir nanti
Kau dan aku bersatu kembali

# Ku berjanji ku kan cepat kembali
Percayalah padaku dan terus percaya
Dinda....
2009
My_Celahati

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Kamis, 26 November 2009

BunPad



Terkenang senja itu denganmu. Menghalau angin sepoi-sepoi, dan bertutur kisah kita. Berlomba-lomba mengukir senyum, berharap selamanya akan memberi senyum. Sebotol minuman dingin takkan mampu mendinginkan kehangatan ini. Dan sudut mataku begitu sering terjamah tatapan nakalmu. Haha...ingatlah kini kita di tengah mereka. Tak mungkin seolah-olah hanya ada kita berdua, karna memang tak hanya berdua.


Kelam malam kian menyatu, dan kau semakin mempesonaku, menggoyahkan pertahanan mayaku. Namun kita masih tergugu, setiap mengingat tak satupun di antara kita yang merelakan pijakannya diluluhkan oleh yang lainnya. Tanpa bisa saling menyebrangi.


Tak mungkin tersebrangi.


Helaan nafasmu kuyakini mendendangkan kegelisahan yang sama denganku. Sementara hari mulai terang, kau dan aku masih berperang, perang hati dan keyakinan.

 
Namun ku mulai meredup, menjawab jutaan rasa yang menghentak dinding-dinding hatiku. Kian terbawa olehmu. Berenang menyelami samuderamu itu.


Sesaat aku terhenti, teringat wajah mereka yang menundukkan kepala padaku, begitu mengagungkanku. Ah.....betapa kalian terlalu mengikatku saat ini.


Bolehkah ku mencoba sejenak terbang bersamanya? Meski tak kuyakini ku kan kembali, namun percayalah...... pijakanku tak kan pernah berubah.





###
Tulisan ini juga ada disini dan disini 

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Sabtu, 03 Oktober 2009

Ketahuilah.....



Kau katakan aku tak berubah, padahal dalam 2 tahun ini aku tertatih-tatih memperbaiki diri.

Kau katakan aku "kurang ajar", padahal ku hanya bermaksud menggores tawa di wajahmu.

Kau katakan aku mempermalukanmu, bukankah selama ini aku lebih banyak memperhatikanmu?

Kau katakan Kau kasihan padaku karena tak tahu bagaimana caranya berteman yang baik. Kau tahu? Aku lebih kasihan padamu, justru karena Kau tak pernah dihinggapi makna sahabat sejati.

Kau katakan aku busuk, siapakah yang lebih busuk?


Apakah Kau sudah melupakan jahitan di keningmu? Kala aku berusaha mengumpulkan keberanian di antara ketakutanku hanya untuk menggenggam tanganmu saat Kau terkulai tak berdaya, hanya untuk meyakinkanmu bahwa Kau tak apa-apa....

Apakah Kau sudah melupakan saat bulan telah tersipu malu di balik kelamnya malam dan Kau menghubungiku untuk mencarikan bahan kuliahmu bahkan sebelum fajar menyingsing Kau telah membuatku membelalakkan mata demi menyerahkan permintaanmu? Padahal saat itu demamku mungkin saja mencapai 40 derajat celcius. Dan aku hampir tak mampu berdiri lagi,tapi aku bahagia masih bisa membantumu.

Apakah Kau sudah melupakan saat.... ah.... kalau Kau memang mungkin memiliki segalanya sehingga tak mungkin membutuhkan pertolongan orang lain. Wajar bagimu berkata seperti itu padaku (mungkin).


Bagimu aku masih seperti yang dulu, yang tak bisa berdiri sendiri dan selalu membutuhkanmu untuk melewati hari-hariku, bahkan Kau menyebutku parasit, yang selalu menangis jika terjatuh, yang selalu mencari-cari alasan agar diperhatikan, yang selalu salah dalam berbuat, yang selalu menyakiti hati orang lain, dan ribuan pikiran negatif yang Kau tujukan padaku.


Kau saja yang tak tahu...

Kau saja yang tak melihat betapa aku berjuang agar semua sikap salahku menurutmu itu tak lagi membayangiku.

Kau saja yang tak tahu betapa kesepiannya aku kala aku harus belajar tanpamu.

Kau saja yang tak tahu setiap malam aku menangis karena harus menyadari bahwa aku harus dan telah kehilanganmu.

Kau saja yang tak tahu betapa perihnya hatiku setiap aku mengingat masa-masaku bersamamu

Kau saja yang tak tahu bahwa kini aku telah menembus semua itu.

Aku bisa tanpamu.
Bahkan tanpa siapapun yang selalu Kau sebut penopang dalam keseharianku.

Aku mampu.
Dan itu telah kubuktikan padamu. Hanya saja Kau tetap tak tahu (atau tak mau tahu?)

Aku hanya berharap, kita bisa saling mengerti.
Bahwa Kau membenciku, Aku mengerti.
Namun bahwa aku selalu mengasihimu, apakah Kau juga mengerti....???


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Rabu, 12 Agustus 2009

Hatiku Tentangmu...



Memahamimu sesulit memahami diriku sendiri
Membuatmu nyaman sesukar orang lain membuatku nyaman
Menerka hatimu tak jauh berbeda dengan payahnya orang lain menerka hatiku

Aku tahu saat kau berpura-pura nyamn denganku
Karena aku juga berusaha menutupi kepura-puraanku

Lelah rasanya menghadapimu
Layaknya aku berperang dengan diriku sendiri
Karena kerasnya hatiku jauh lebih keras dari ucap kataku, kau pula

Akhirnya ku harus terima
Bahwa kita terlahir sama
Perasa
Perhatian
Keras hatinya
dan apapun itu....
Cancer.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO